“Pemulihan psikologis anak menjadi prioritas utama kami. Kami juga meminta maaf dan berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujar Arief Tjahjono.
Upaya trauma healing ini diharapkan dapat menghapus rasa ketakutan mendalam yang dialami para siswa agar mereka mau kembali bersekolah.
Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi instansi terkait agar integritas dan martabat di lingkungan sekolah tetap terjaga dari aksi oknum Guru Telanjangi Siswa di Jember di masa depan.
Baca Juga: Video Pribadi Tersebar Tanpa Izin, Guru P3K Pontianak Dibebastugaskan dari Jabatan Struktural
(Natash)














