“Mahasiswa harus paham dinamikanya seperti apa, prosesnya seperti apa. Jika sudah paham, kita berharap tercipta hubungan yang harmonis dan saling mendukung antara pihak parlemen dan masyarakat, khususnya mahasiswa,” jelasnya.
Sekretaris DPRD Kota Pontianak, Yaya Maulidia, turut menyambut baik antusiasme para mahasiswa. Menurutnya, Sepale menjadi wadah edukasi efektif untuk menumbuhkan kesadaran politik.
“Dengan program Sepale peserta dapat memahami proses demokrasi dan pengambilan kebijakan yang lebih utuh. Selain itu, tentunya dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif masyarakat di dunia parlemen,” tegas Yaya.
Baca Juga: DPRD Kalbar Beri Lampu Hijau, HIMAPOL FISIP Untan Siap Realisasikan Program Sekolah Politik
Di sisi lain, Ketua Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA-AP) FISIP Untan, Troms, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan DPRD Kota Pontianak.
Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara program Sepale DPRD dengan program Public on Vacation (PoV) yang digagas oleh himpunannya.
“Dengan program ini, kami dapat melihat langsung praktik dari jalannya pemerintahan, khususnya dari sisi legislatif. Kami berterima kasih sudah disambut dengan baik,” tutupnya.
(FR)
















