“Supaya rapi, karena saya sudah mau bikin kursi taman,” kata Sujiwo sembari bercengkerama dengan para pemilik kios.
Ketertiban barang dan lalu lintas juga menjadi atensi utama. Sujiwo mengingatkan agar barang-barang seperti ban bekas tidak diletakkan sembarangan hingga menimbulkan kesan kumuh.
Lebih lanjut, ia memberikan peringatan keras kepada penyedia jasa pencucian mobil (car wash) agar mengatur antrean kendaraan besar.
“Nah, kayak ban-ban seperti ini, walaupun nanti diangkut, jangan berserakan. Kemudian mobil-mobil truk yang cuci mobil, tolong dibatasi. Jangan sampai numpuk, akhirnya makan badan jalan,” tegasnya.
Ia menyarankan agar antrean truk dibatasi maksimal lima unit dalam satu waktu agar tidak mengganggu pengguna jalan lain yang melintas di jalan raya.
“Tetap silakan untuk cuci mobilnya. Tapi tolong dibatasi, mungkin lima truk. Kalau lima truk parkir gampang. Nanti selesai yang satu cuci, langsung jalan. Jangan sampai numpuk. Kalau belasan truk, akhirnya ada yang makan di jalan-jalan raya. Nah, begitu ada yang makan jalan raya, pasti masuk ke website Halo Bupati, sampai ke saya,” pintanya menutup arahan.
(FR)
















