Sambut Keberuntungan: 5 Kebiasaan Unik Masyarakat Tionghoa Menjelang Imlek

"Jelajahi 5 kebiasaan unik masyarakat Tionghoa menjelang perayaan Imlek. Dari tradisi bersih-bersih rumah hingga melunasi utang demi awal tahun yang baru."
Jelajahi 5 kebiasaan unik masyarakat Tionghoa menjelang perayaan Imlek. Dari tradisi bersih-bersih rumah hingga melunasi utang demi awal tahun yang baru. (Dok. Ist)

Warna merah adalah elemen tak terpisahkan dari Imlek karena melambangkan kebahagiaan, semangat, dan keberuntungan.

Masyarakat biasanya memasang Chun Lian, yakni sepasang bait puisi berisi doa dan harapan yang ditulis di atas kertas merah dan ditempel di sisi pintu rumah.

Selain itu, lampion dan ornamen naga atau shio tahun tersebut juga mulai menghiasi setiap sudut ruangan.

4. Potong Rambut dan Membeli Pakaian Baru

Imlek identik dengan segala sesuatu yang baru.

Memotong rambut sebelum Imlek dipercaya sebagai simbol membuang beban masa lalu.

Selain itu, mengenakan pakaian baru terutama yang berwarna cerah saat hari raya melambangkan optimisme dan kesiapan diri untuk menerima berkah baru.

Hindari menggunakan pakaian berwarna hitam atau putih karena sering dikaitkan dengan suasana duka dalam tradisi kuno.

5. Persiapan Makan Malam Reuni (Tuan Yuan Fan)

H-1 menjelang Imlek adalah waktu untuk Tuan Yuan Fan atau makan malam reuni keluarga.

Anggota keluarga yang merantau biasanya akan berusaha pulang ke kampung halaman untuk menikmati hidangan khas bersama orang tua dan saudara.

Kebiasaan ini sangat sakral karena menekankan pentingnya kebersamaan dan keutuhan keluarga sebagai fondasi utama kehidupan.

Setiap kebiasaan di atas memiliki satu benang merah yang sama: harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih beruntung di tahun yang baru.

Dengan menjaga tradisi ini, masyarakat Tionghoa tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga merawat nilai-nilai luhur seperti kebersihan, tanggung jawab, dan kekeluargaan.

Baca Juga: Polda Kalbar Jamin Keamanan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026

(Mira)