“Kita ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Untuk merealisasikan target tersebut, sejumlah infrastruktur pendukung telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026.
Prioritas fisik meliputi pembangunan jalan dan saluran lingkungan di 99 lokasi, serta peningkatan empat ruas jalan vital yakni Jalan Tanjung Raya II, Jalan Abu Naim, Jalan Padat Karya, dan Jalan Tekam.
Baca Juga: Belum Ada Kasus Virus Nipah, Edi Kamtono Minta Warga dan RS Tetap Siaga
Tak hanya jalan, Pemkot juga merencanakan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Jalan Karya Tani–Jalan Karya Baru, pembangunan Kantor Lurah Dalam Bugis, hingga proyek ikonik pembangunan masjid terapung.
Bahasan berharap masyarakat aktif memberikan masukan dalam Musrenbang agar pembangunan berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan wilayah.
“Dengan arah pengembangan ini, kita tidak hanya membangun fisik kawasan, tetapi juga membangun identitas dan karakter wilayah yang berakar pada kearifan lokal,” tegas Bahasan.
(FR)
















