Harapannya, keluarga yang merayakan Imlek akan selalu rukun, bersatu, dan sulit dipisahkan layaknya lengketnya kue keranjang.
5. Daya Simpan yang Luar Biasa
Salah satu fakta teknis yang unik adalah ketahanannya.
Kue keranjang tradisional yang dibuat dengan teknik yang benar bisa bertahan berbulan-bulan meskipun tanpa bahan pengawet buatan.
Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi bertindak sebagai pengawet alami. Jika mengeras, kue ini justru semakin nikmat jika diolah dengan cara digoreng.
6. Wajib Disajikan dengan Kertas Merah
Setiap kue keranjang biasanya ditempeli kertas merah di bagian atasnya.
Warna merah adalah simbol kebahagiaan dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Terkadang, kertas tersebut juga dibubuhi tulisan huruf Fu yang berarti nasib baik atau kemakmuran.
7. Tidak Boleh Dimakan Sembarangan Sebelum Sembahyang
Secara tradisi, kue keranjang biasanya dijadikan sebagai sesaji dalam upacara sembahyang leluhur atau dewa terlebih dahulu sebelum boleh dinikmati oleh anggota keluarga.
Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sebelum memulai keberuntungan di tahun yang baru.
Kue keranjang mengajarkan kita bahwa harapan dan doa bisa disampaikan melalui simbol-simbol sederhana di atas meja makan.
Tak heran jika kehadirannya selalu dinanti dan menjadi ikon tak tergantikan setiap kali warna merah mulai mendominasi kota.
Baca Juga: Polda Kalbar Jamin Keamanan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026
(Mira)
















