Faktakalbar.id, JAKARTA – Rencana Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, kini menjadi sorotan utama dunia.
Sejumlah media internasional melaporkan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF), Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Bahas Isu Palestina, Prabowo Diskusi Terbuka dengan Tokoh Diplomasi Senior
Harian terkemuka Israel, The Jerusalem Post, menyebutkan bahwa pasukan dari Jakarta akan menangani aspek penjaga perdamaian selama fase kedua gencatan senjata.
Langkah ini dikabarkan akan segera dieksekusi setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) di Washington pada 19 Februari mendatang.
“Indonesia akan menjadi negara pertama yang berkontribusi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang akan menangani aspek-aspek penjaga perdamaian di Gaza selama fase kedua gencatan senjata berlangsung,” tulis laporan tersebut.
Estimasi jumlah personel yang dikerahkan berkisar antara 5.000 hingga 8.000 prajurit.
The Times of Israel mengutip pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak yang menegaskan bahwa persiapan awal di tubuh TNI AD telah berjalan.
















