Faktakalbar.id, RUSIA – Sejak dimulainya invasi skala penuh pada Februari 2022, Sukhoi Su-34 ‘Fullback’ telah menjadi tulang punggung kekuatan Angkatan Udara Rusia (Vozdushno-Kosmicheskiye Sily: VKS) dalam melancarkan serangan jarak jauh dan misi pengintaian di wilayah Ukraina.
Baca Juga: Intelijen Ukraina Identifikasi Tentara Bayaran Filipina Tewas di Kubu Rusia
Pesawat tempur canggih ini terus menjadi sorotan sebagai salah satu alutsista paling aktif di medan konflik, Rabu (11/2/2026).
Jejak tempur Su-34 terlihat jelas sejak awal perang, di mana rekaman daring pada 28 Februari 2022 menunjukkan pesawat ini terbang rendah di atas Kharkiv.
Saksi mata dalam rekaman tersebut bahkan mengidentifikasinya sebagai pesawat ketujuh yang melintas, menandakan intensitas operasi udara yang tinggi dari pesawat bermesin ganda dengan konfigurasi tempat duduk berdampingan ini.
Dirancang sebagai pengganti Sukhoi Su-24 ‘Fencer’, Su-34 resmi beroperasi di VKS pada tahun 2014.
Sebagai platform serang supersonik, pesawat ini merupakan salah satu aset paling modern yang dimiliki Moskow dan menjadi pusat dari program modernisasi militer Rusia untuk menggantikan ratusan peralatan era Uni Soviet yang sudah usang.
Keunggulan utama Su-34 terletak pada kapasitas angkut senjatanya.
Pesawat ini dilengkapi dengan 12 titik pemasangan eksternal (hardpoints) untuk membawa berbagai jenis amunisi.
Meski memiliki kemampuan membawa persenjataan udara-ke-udara defensif, fokus utamanya adalah penghancuran target di permukaan menggunakan sistem pembidik dipandu laser dan TV.
Baca Juga: Rusia Serahkan Batch Terbaru Jet Tempur Su-57 dengan Konfigurasi Teknis Baru
Arsenal yang dibawa oleh “Fullback” mencakup deretan bom tanpa pemandu seperti FAB-500T, BETAB-500ShP, ODAB-500PM, OFAB-250-270, ODAB-100-120, dan P-50T.
Selain itu, daya gempurnya diperkuat dengan roket S-8OM, S-8BM, S-13OF, S-8KOM, hingga S-25OFM-PU.
Meskipun menjadi andalan dalam memproyeksikan kekuatan udara VKS jauh ke dalam wilayah lawan, kiprah Su-34 tidak lepas dari risiko besar.
Pesawat ini mencatatkan sejarah kesuksesan sekaligus kegagalan, dengan indikasi tingkat kerugian yang cukup tinggi selama beroperasi di palagan Ukraina.
(FR)
















