Faktakalbar.id, PACITAN – Posisi geografis Kabupaten Pacitan yang berhadapan langsung dengan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menempatkan wilayah ini pada risiko tinggi bencana.
Menyikapi potensi gempabumi dan tsunami tersebut, aspek mitigasi dan Kesiapsiagaan Daerah menjadi fokus utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komisi VIII DPR RI.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6.4 Guncang Pacitan dan Bantul: 7 Warga Luka-luka
Hal ini terlihat dalam kunjungan kerja pasca gempa Magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan pada Jumat (6/2/2026).
Selain memberikan bantuan logistik, tim gabungan melakukan peninjauan langsung terhadap infrastruktur peringatan dini di lapangan.
Salah satu agenda utama adalah pengecekan tower sirine tsunami yang berlokasi di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Infrastruktur ini merupakan bagian vital dalam sistem keselamatan warga pesisir.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, sirine tsunami tersebut dibangun pada tahun 2025.
Pembangunannya didukung oleh program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan uji coba fungsi sirine. Pengaktifan dilakukan secara jarak jauh (remote) dari pusat pengendalian di Pusdalops BPBD Kabupaten Pacitan.
















