Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 sekaligus RUPS Luar Biasa (LB) PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
Baca Juga: Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah
Dalam forum strategis yang dihadiri seluruh kepala daerah selaku pemegang saham ini, disepakati langkah krusial berupa penguatan struktur permodalan dan percepatan ekspansi digital, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan laporan kinerja Tahun Buku 2025, Bank Kalbar menunjukkan performa solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp522,99 miliar atau tumbuh 7,66 persen secara year-on-year (YoY).
Total aset bank kebanggaan masyarakat Kalbar ini juga menembus angka Rp27,84 triliun, naik 5,02 persen dibanding periode sebelumnya.
Ria Norsan menegaskan bahwa Bank Kalbar bukan sekadar entitas bisnis pencari laba, melainkan instrumen vital pembangunan daerah.
Ia mengapresiasi efisiensi operasional yang terjaga, terbukti dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang sehat di angka 1,85 persen, jauh di bawah rata-rata industri nasional.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Pembangunan, Tjhai Chui Mie Hadiri RUPS Bank Kalbar Tahun Buku 2025
“Dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, kita optimis Bank Kalbar dapat bersaing dengan bank-bank nasional papan atas dalam hal layanan digital, namun tetap memiliki sentuhan lokal yang kuat,” ujar Ria Norsan.
Selain menyepakati laporan tahunan, RUPS Luar Biasa juga menyetujui penambahan modal dari sejumlah pemerintah daerah.
Salah satunya adalah Kabupaten Ketapang yang berkomitmen menyuntikkan dana segar sebesar Rp7,5 miliar guna memperkuat kapasitas ekspansi kredit, khususnya bagi sektor UMKM yang porsinya kini telah mencapai lebih dari 39 persen dari total penyaluran kredit sebesar Rp18,07 triliun.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, menyatakan kesiapannya menjalankan arahan pemegang saham.
Ia menekankan bahwa fokus utama manajemen pada tahun 2026 adalah memperluas jangkauan layanan digital.
















