Menhan Sjafrie: TNI Harus Revitalisasi Kekuatan dan Lindungi Sumber Daya Alam

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berfoto bersama Panglima TNI dan ratusan Perwira Tinggi TNI di depan GOR Ahmad Yani Mabes TNI. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berfoto bersama Panglima TNI dan ratusan Perwira Tinggi TNI di depan GOR Ahmad Yani Mabes TNI. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pengarahan strategis dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2026.

Dalam forum tertinggi militer tersebut, Menhan menegaskan posisi TNI sebagai garda terdepan sekaligus benteng terakhir dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Tinjau Yonif TP 875 di Dompu, Menhan Sjafrie Tegaskan TNI Adalah Tentara Rakyat

Kegiatan yang berlangsung di GOR A. Yani, Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur ini dihadiri langsung oleh Panglima TNI, para Kepala Staf Angkatan, serta sekitar 500 Perwira Tinggi (Pati) TNI.

Memasuki tahun 2026, Sjafrie menekankan bahwa pembangunan kekuatan TNI harus mengalami revitalisasi secara mendasar.

Ia menggarisbawahi pentingnya orientasi masa depan dalam setiap kebijakan pertahanan agar mampu beradaptasi dengan dinamika tantangan global, baik dari sisi ideologi, politik, maupun ekonomi.

Selain aspek adaptabilitas, Menhan juga menyoroti kesiapan operasional.

Ia meminta TNI untuk terus meningkatkan kesiapan dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Salah satu poin krusial yang ditekankan dalam OMSP adalah perlindungan terhadap kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia.

Baca Juga: Kemhan RI Rampungkan Inspeksi Kelaikan Udara Pesawat A400M Ke-2 di Spanyol

Dalam kesempatan tersebut, Menhan turut memberikan apresiasi tinggi atas soliditas yang ditunjukkan oleh tubuh TNI.

Menurutnya, kekompakan ini merupakan modal utama bangsa dalam menjawab berbagai tantangan pertahanan di masa depan.

(FR)