“Terkait upaya pencegahan penyakit, karena wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara lain, risiko masuknya penyakit dari luar cukup tinggi. Oleh karena itu, perlunya memperketat pengawasan dan memberikan tindakan tegas terhadap komoditas yang tidak dilengkapi sertifikat,” ujar Ferdi di sela-sela kegiatan.
Baca Juga: Update Karhutla Kalbar: Luasan Lahan Terbakar Meningkat, Mempawah dan Sambas Terparah
Upaya pencegahan ini dinilai krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga ketahanan sektor peternakan nasional.
Melalui pengawasan langsung di pintu masuk negara seperti PLBN Aruk, diharapkan keamanan hayati (biosecurity) di Kalimantan Barat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan momentum hari besar keagamaan dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang ancaman penyakit menular.
(FR)
















