“Untuk lebih mengoptimalkan operasi penanganan karhutla, BNPB akan mengerahkan dukungan penanganan udara dengan water bombing, patroli udara termasuk pesawat nirawak untuk pemantauan dan pendataan titik api,” tulis pernyataan resmi BNPB, Rabu (11/2).
Selain serangan udara, BNPB juga memperkuat tim darat dengan mendistribusikan peralatan tambahan berupa mesin pompa dan selang bagi desa maupun BPBD setempat.
Melihat situasi yang semakin rawan, sejumlah pemerintah daerah telah mengambil langkah taktis dengan menetapkan status siaga darurat.
Kabupaten Ketapang menetapkan status siaga mulai 15 Januari hingga 15 April 2026, Kabupaten Kubu Raya (15 Januari–31 Desember 2026), Kabupaten Sambas (19 Januari–31 April 2026), dan Kabupaten Mempawah (28 Januari–31 Desember 2026).
Baca Juga: BPBD Sanggau Minta Warga Waspada Potensi Karhutla
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat peristiwa Karhutla Kalimantan Barat. Namun, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran di berbagai titik tersebut.
“BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada berbagai pihak yang berwenang,” tutup imbauan tersebut.
(*Red)
















