Diterjang Banjir, Longsor, dan Angin Kencang, Status Siaga Bencana di Jawa Tengah Meningkat

Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (10/2) yang merendam 1.105 unit rumah warga setempat
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (10/2) yang merendam 1.105 unit rumah warga setempat. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini terkait dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Tengah.

Sepanjang periode 10 hingga 11 Februari 2026, rentetan Bencana Hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana di provinsi tersebut, mulai dari angin kencang, tanah longsor, hingga banjir.

Baca Juga: Didominasi Banjir dan Cuaca Ekstrem, BNPB Rilis Laporan Bencana Periode 8-9 Februari 2026

Laporan pertama mencatat kejadian hujan intensitas sedang disertai angin kencang di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada Senin (9/2).

Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada 10 unit rumah warga kategori ringan, satu fasilitas pendidikan, empat titik akses jalan, dan satu tempat usaha.

BPBD Kabupaten Klaten langsung bergerak cepat melakukan pembersihan material dan memangkas pohon rimbun untuk meminimalkan risiko susulan.

Sementara itu, ancaman tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu (8/2).

Hujan lebat memicu pergerakan tanah yang merusak empat hektare lahan perkebunan.

BPBD Banjarnegara mencatat, meski tidak ada korban jiwa, potensi bahaya masih mengintai permukiman.

“Sebanyak 27 unit rumah dan satu fasilitas ibadah terancam tanah longsor. Kami mengimbau masyarakat setempat untuk tetap waspada dan mempersiapkan rencana kesiapsiagaan menghadapi potensi tanah longsor,” bunyi laporan resmi BPBD Banjarnegara.

Di wilayah lain, hujan deras menyebabkan Sungai Kumisik di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal meluap pada Selasa (10/2).

Banjir setinggi 100 sentimeter merendam 26 rumah warga. Tim Desa Tangguh Bencana sempat mengevakuasi warga ke SDN Dukuh Tengah 01, namun per Rabu (11/2), banjir dilaporkan telah surut.