“Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi,” terangnya.
Meski demikian, Edi menyadari tantangan kompleks yang dihadapi kecamatan dengan wilayah terluas di Pontianak ini.
Dengan karakteristik tanah gambut yang mencapai 40 persen dan tingginya lalu lintas kendaraan berat industri serta truk tangki, pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan matang.
Sebagai solusi kemacetan dan keselamatan, Pemkot tengah merencanakan pengembangan jalur alternatif untuk memecah beban jalan utama.
“Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
(FR)














