Setelah solid, ekspansi akan segera dilakukan dengan menyasar kantong-kantong demografi Tionghoa di kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera.
“Baru kita akan ketemu dengan tokoh-tokoh kita, baik di Provinsi Kalimantan Barat dan provinsi besar lainnya termasuk di Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palembang dan di Bangka Belitung,” rincinya.
Selain target struktural, Suyanto menyoroti urgensi regenerasi nilai adat.
Ia mengkhawatirkan jika pewarisan budaya terputus, generasi mendatang akan kehilangan identitas dan etika sosial yang diajarkan leluhur, khususnya terkait toleransi.
“Jika memang anak-anak kita tidak kita ajarkan, tidak kita ingatkan betapa baiknya warisan leluhur ini, ini akan menjadi masalah ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari pelestarian budaya ini adalah memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman NKRI.
“Salah satunya adalah saling harga menghargai sesama etnis yang ada di muka bumi. Nah itu yang paling penting,” pungkas Suyanto.
Baca Juga: Terdakwa WNA China Kasus Pencurian 774 Kg Emas di Ketapang Kabur ke Entikong
(Mira)













