Baca Juga: Suyanto Tanjung Pimpin MABT Indonesia, Targetkan Ekspansi Organisasi ke Jawa dan Sumatera
“Kalau saya sih, setiap Imlek yang saya kenang, salah satunya harus pakai baju baru,” ujar Suyanto Tanjung mengenang masa lalunya.
Ia menceritakan bahwa orang tuanya dahulu mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa membelikan pakaian setiap saat.
Oleh karena itu, momen pergantian tahun menjadi satu-satunya kesempatan yang paling ditunggu untuk mendapatkan barang tersebut.
“Karena orang tua saya dulu sulit membelikan baju buat saya. Nah, ketika ada baju baru di sana, saya sangat merasa sangat gembira. Itu yang membuat saya menantikan-nantikan Imlek pakai baju baru,” tuturnya.
Terlepas dari kenangan masa sulit tersebut, Suyanto menaruh harapan besar pada perayaan Imlek tahun ini. Ia mendoakan agar tahun ini membawa kebaikan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya bagi seluruh masyarakat.
“Harapan saya Imlek tahun ini lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Kemudian seluruh warga Tionghoa mendapatkan manfaatnya, mendapatkan kesehatan yang luar biasa, kesuksesan yang luar biasa, dan tentunya kebahagiaan yang tiada tara,” pungkas Suyanto.
Baca Juga: Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah
(Mira)
















