Rusia Serahkan Batch Terbaru Jet Tempur Su-57 dengan Konfigurasi Teknis Baru

Pesawat tempur siluman generasi kelima Rusia Su-57 "Felon" dalam konfigurasi teknis baru saat uji coba di landasan pacu bersalju. (Dok. Ist)
Pesawat tempur siluman generasi kelima Rusia Su-57 "Felon" dalam konfigurasi teknis baru saat uji coba di landasan pacu bersalju. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MOSKOWRusia resmi menyerahkan batch terbaru pesawat tempur generasi kelima Su-57 kepada Kementerian Pertahanan sebagai bagian dari pengiriman berkelanjutan untuk memperkuat Angkatan Udara pada Senin (09/2/2026).

Baca Juga: Rusia Pasok 48 Pesawat Tempur ke Iran untuk Perkuat Pertahanan Udara

Jet tempur multiperan yang dikenal dengan nama sandi NATO “Felon” ini hadir dengan konfigurasi teknis terbaru yang mencerminkan peningkatan pada sistem avionik dan kompleks senjata terintegrasi.

United Aircraft Corporation (UAC), perusahaan di bawah naungan Rostec, menyatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut telah melalui siklus penuh pengujian pabrik dan diterima oleh personel teknis sebelum diserahkan.

Pilot Angkatan Udara Rusia juga telah menguji pesawat tersebut dalam berbagai mode operasi untuk memastikan kesiapannya.

Seorang pilot Su-57 dari Angkatan Udara Rusia mengungkapkan bahwa konfigurasi baru ini akan memperluas jangkauan tugas operasional.

“Untuk melaksanakan tugas-tugas target yang ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan Federasi Rusia untuk memasok sampel senjata dan peralatan militer yang sangat dibutuhkan kepada pasukan, awak Angkatan Udara menyelesaikan penerimaan pesawat Su-57 dalam konfigurasi teknis baru. Saya berterima kasih kepada perwakilan pabrik dan semua karyawan United Aircraft Corporation of Rostec yang ikut serta dalam pembuatan, perakitan, dan persiapan peralatan penerbangan atas profesionalisme mereka. Pesawat ini telah menunjukkan kinerja yang baik selama operasi militer khusus. Konfigurasi teknis baru akan berkontribusi pada perluasan jangkauan tugas yang digunakan oleh jenis pesawat ini. Kemampuan prospektif yang tergabung dalam kompleks senjata penerbangan memungkinkan penggunaan jenis senjata penerbangan baru,” tuturnya.

Su-57 dirancang untuk menyerang target udara, darat, dan maritim dalam berbagai kondisi cuaca serta lingkungan dengan gangguan elektronik aktif.

Kepala Eksekutif United Aircraft Corporation, Vadim Badekha, menegaskan bahwa platform ini terus mengalami evolusi guna meningkatkan efisiensi dan kemampuan manuver tempurnya.

Baca Juga: Hadiri HUT Zeekend, Dubes Rusia Tawarkan 300 Beasiswa Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia