“Perbedaan tidak boleh dilihat sebagai sumber konflik, tetapi sebagai kekayaan sosial yang memperkuat persatuan dan kebersamaan warga Kota Pontianak,” tegasnya.
Melalui momentum ini, Bahasan berharap seluruh elemen masyarakat dapat mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan Pontianak sebagai role model kota yang toleran, harmonis, dan bersahabat.
(FR)
















