“Kesadaran kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan sikap hidup sehari-hari. Kami meminta generasi muda waspada terhadap ancaman narkoba dan cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah tergiur judi online atau terprovokasi hoaks yang dirancang untuk memecah belah bangsa,” tegas Bambang.
Polri menekankan bahwa literasi digital yang kuat adalah benteng pertahanan utama. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen yang mampu menyaring informasi dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak persatuan.
Baca Juga: Bareskrim Bongkar Judi Online Internasional, Aset Rp59,1 Miliar Disita
Dialog ini menghadirkan narasumber kompeten untuk membedah isu tersebut, termasuk akademisi dan tokoh agama, guna memberikan perspektif menyeluruh tentang bagaimana menjaga Kesadaran Kebangsaan di era serba digital ini.
(Natash)
















