Melalui mekanisme ini, koperasi di tingkat desa tidak lagi kesulitan mendapatkan stok barang karena telah memiliki pusat grosir yang terintegrasi.
“Insya Allah Torasera ini akan menjadi contoh untuk Kabupaten Kubu Raya, yang nantinya membawahi beberapa ratus Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi Merah Putih bisa mengambil grosir di sini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tuturnya menjelaskan fungsi teknis fasilitas tersebut.
Rencana perluasan jaringan Torasera juga tengah dipetakan untuk menjangkau titik-titik krusial di Kalimantan Barat. Pembangunan berikutnya dipastikan bakal mempertimbangkan aspek geografis agar akses distribusi merata hingga ke pelosok.
“Ke depan, kami juga berencana membangun Torasera di beberapa kabupaten dan kota lain, seperti daerah pedalaman Kabupaten Sintang, wilayah pantai seperti Kabupaten Sambas, kemudian Kabupaten Ketapang, serta wilayah tengah seperti Kabupaten Melawi. Dengan begitu, seluruh wilayah Kalimantan Barat akan memiliki pusat distribusi yang merata,” tambahnya.
Melalui keberadaan sentra grosir ini, pemerintah daerah berupaya mendorong efisiensi rantai pasok agar harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen tetap terkendali.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi dalam memperkuat posisi koperasi sebagai penggerak utama ekonomi di tingkat desa.
Baca Juga: 195 Koperasi Desa Merah Putih di Sambas Ikuti Bimtek, Diharapkan Segera Beroperasi
(Mira)
















