4. Detailkan Pengalaman Kerja atau Magang
Anda wajib menjabarkan pengalaman kerja sebelumnya dengan fokus pada pencapaian nyata, bukan sekadar tugas harian. Gunakan kalimat aktif untuk menjelaskan kontribusi Anda, misalnya berhasil meningkatkan target panen sebesar sepuluh persen dalam satu semester. Bagi lulusan baru, sampaikan pengalaman magang atau organisasi kampus yang relevan dengan disiplin kerja dan kerja sama tim.
5. Sertakan Informasi Lisensi atau Sertifikasi
Bekerja di perkebunan sering kali memerlukan izin khusus. Jika Anda memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) kategori B atau lisensi operator alat berat (SIO), Anda wajib mencantumkannya dengan jelas. Hal ini menjadi nilai tambah yang sangat besar karena perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melatih Anda kembali pada keterampilan dasar tersebut.
Baca Juga: TI Indonesia Nilai Perusahaan Sawit Rentan Praktik Korupsi
6. Gunakan Desain CV yang Sederhana dan Bersih
Industri perkebunan cenderung menyukai gaya formal dan profesional. Anda harus menghindari penggunaan desain CV yang terlalu berwarna-warni atau memiliki banyak ornamen grafis. Gunakan jenis huruf yang mudah dibaca dan pastikan tata letak informasi terlihat logis agar perekrut dapat memahami kualifikasi Anda hanya dalam waktu singkat.
CV merupakan tiket awal Anda untuk mendapatkan panggilan wawancara kerja. Dengan menyusun informasi secara sistematis dan fokus pada kebutuhan industri, Anda memiliki peluang lebih besar untuk berkarier di perusahaan perkebunan kelapa sawit impian Anda.
(*Sr)










