“Sumber air juga terbatas. Kami hanya mengandalkan mobil tangki untuk droping air,” bebernya.
Dampak dari meluasnya Karhutla di Mempawah ini mulai merugikan ekonomi warga.
Desvan mengungkapkan bahwa kobaran api yang tidak terkendali telah menyambar satu unit bangunan kios tempat usaha milik warga.
Baca Juga: Dampak Karhutla di Mempawah: Warga Desa Galang Dievakuasi Akibat Sesak Napas
Meski demikian, fokus utama petugas saat ini adalah memblokade jalur api agar tidak menjalar ke area perumahan penduduk.
“Ada satu bangunan kios jualan nenas milik warga Desa Galang habis terbakar. Sementara untuk pemukiman masyarakat sudah kita antisipasi agar api tidak mencapai rumah-rumah warga,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pemadaman di Desa Galang masih terus berlangsung.
Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI/Polri, Damkar Swasta, Damkar Perusahaan, PMI Kalbar, PMI Mempawah, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Pinyuh dan Puskesmas Anjongan masih berjibaku di lapangan untuk menjinakkan api.
(*Red)
















