Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ekspor ikan hias arwana asal Kalimantan Barat kembali mencatatkan tren positif pada awal tahun ini.
Data terbaru menunjukkan bahwa ekspor ikan arwana jenis super red ke China pada Januari 2026 mengalami kenaikan signifikan, baik dari sisi jumlah maupun frekuensi pengiriman dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Cara Merawat Arwana Super Red Agar Warna Merah Cepat Keluar
Berdasarkan data statistik, pada Januari 2025 ekspor tercatat sebanyak 4.741 ekor dengan frekuensi 20 kali pengiriman.
Angka tersebut melonjak tajam pada Januari 2026 menjadi 7.833 ekor dengan frekuensi 25 kali pengiriman.
Secara tahunan, sepanjang 2025 total ekspor arwana ke China mencapai 66.232 ekor dari 278 kali pengiriman, yang merupakan bagian besar dari total ekspor arwana Indonesia sebanyak 89.532 ekor.
Lonjakan permintaan yang cukup tinggi ini diyakini erat kaitannya dengan momentum perayaan Tahun Baru Imlek.
Selain faktor budaya dan tradisi, keberhasilan ekspor ini juga ditopang oleh pengawasan ketat dari petugas Karantina Kalimantan Barat Satuan Pelayanan Bandara Supadio.
Setiap ikan arwana yang akan dikirim ke China harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala di instalasi karantina ikan milik pelaku usaha.
Petugas karantina kembali melakukan pemantauan kesehatan 24 jam sebelum pengiriman untuk memastikan kondisi ikan tetap prima dan memenuhi persyaratan ketat dari negara tujuan.
Baca Juga: Karantina Kalimantan Barat Perkuat Sinergi Internal Melalui Apel Pagi










