3. Olah Pakan Alternatif Sendiri
Biaya pakan merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam peternakan. Anda bisa menekan biaya ini dengan meracik pakan alternatif menggunakan bahan bahan yang ada di sekitar, seperti dedak padi, jagung giling, atau sisa sayuran. Mencampurkan bahan organik seperti daun pepaya atau kunyit juga sangat bagus untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga imunitas ayam secara alami tanpa harus selalu bergantung pada obat obatan kimia.
4. Jaga Kebersihan Kandang Secara Rutin
Anda harus disiplin dalam menjaga kebersihan wadah pakan dan air minum setiap hari. Kandang yang kotor dan lembap menjadi sarang bakteri serta virus yang dapat menyebabkan kematian massal pada ternak. Semprotkan cairan disinfektan alami dari campuran cuka atau air jeruk nipis secara berkala ke seluruh area kandang untuk mematikan kuman pembawa penyakit.
5. Kelola Kelompok Umur Ayam
Agar usaha Anda berjalan secara berkesinambungan, Anda perlu mengatur pengelompokan ayam berdasarkan umurnya. Jangan mencampurkan ayam dewasa dengan anak ayam yang masih kecil karena dapat memicu persaingan pakan atau risiko penularan penyakit. Dengan pengelolaan kelompok yang rapi, Anda bisa melakukan panen secara bergantian sehingga perputaran uang atau cash flow usaha Anda tetap stabil.
Baca Juga: Jebakan Manis di Balik Harga Murah: 5 Cara Lepas dari Candu Minuman Sachet
6. Cari Target Pasar Langsung
Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dengan cara menjual hasil panen langsung ke konsumen atau warung makan. Manfaatkan media sosial atau aplikasi pesan singkat untuk menawarkan ayam kampung Anda kepada tetangga atau kerabat dekat. Ayam kampung asli yang dipelihara dengan pakan sehat biasanya memiliki harga jual yang lebih stabil dan tinggi di pasaran daripada ayam potong biasa.
Memulai ternak ayam kampung tidak harus menunggu modal besar. Dengan ketekunan dan perawatan yang telaten, usaha skala kecil ini dapat berkembang menjadi peternakan besar yang produktif dan menguntungkan bagi ekonomi keluarga Anda.
(*Sr)










