Opini  

Saatnya Menjadi King Asia

Ilustrasi - Malam ini Timnas Futsal Indonesia tantang Iran di final Piala Asia. Akankah strategi silat Nusantara runtuhkan dominasi gulat Persia? (Dok. Ist)
Ilustrasi - Malam ini Timnas Futsal Indonesia tantang Iran di final Piala Asia. Akankah strategi silat Nusantara runtuhkan dominasi gulat Persia? (Dok. Ist)

Tapi malam ini, suasana beda. Indonesia Arena penuh. Teriakan suporter lebih konsisten dari janji kampanye lima tahunan. Hector Souto, pelatih Spanyol kita sejak 2024, bicara tanpa basa-basi, beban di Iran.

Mereka wajib menang karena sejarah, kita bebas main silat tanpa takut. Ironisnya, dua pelatih ini sama-sama nominasi pelatih terbaik dunia 2025. Satu memanggul dinasti, satu memanggul harapan rakyat yang sudah kebal janji.

Hossein Tayebi, monster pivot Iran, siap jadi antagonis utama. Tapi Indonesia punya Brian Ick dengan jurus kilat, Ardiansyah, Samuel, dan Reza yang bisa menyelinap seperti pencopet di tengah keramaian.

Iran kuat, iya. Tapi mereka sempat bocor, kebobolan lebih dari dua gol di laga krusial. Artinya jelas. Pegulat seganas apa pun bisa limbung kalau diserang cepat dari samping.

Baca Juga: Hasil Piala Asia Futsal 2026: Libas Jepang 5-3, Timnas Futsal Indonesia Melenggang ke Final Tantang Iran

Di atas kertas, Iran unggul. Gulat lebih berat dari silat. Prediksi 4-2 untuk mereka terdengar logis. Tapi futsal bukan sidang paripurna, tak selalu yang paling berotot yang menang.

Satu gol cepat, satu pressing gila, satu momen ajaib, dan sejarah bisa jungkir balik. Seperti politik kita, sering kali yang tak diunggulkan justru bikin gempar.

Pukul 19.00 WIB, bola bergulir. Ini bukan cuma final. Ini ujian mental nasional. Kalau Indonesia menang, besok pagi linimasa lebih damai dari debat Tiroris vs Termul.

Kalau kalah? Setidaknya kita kalah sambil berdiri, bukan dibanting tanpa perlawanan. Siapkan jantungmu, wak. Silat Nusantara sedang menantang gulat Persia. Malam ini, mukjizat sedang antre di depan pintu.

“Erick Thohir, Bahlil, atau pejabat lainnya, nonton ndak, Bang?”

“Pasti nonton lah, mereka kan pejabat tinggi negeri ini. Memberikan support, bisa juga memberikan jam Rolex bila menang nanti.” Ups.

Oleh: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

*Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi.