Sebagai tindak lanjut, Edi menekankan strategi pengelolaan sampah di tingkat hulu, khususnya di lingkungan sekolah dan perkantoran.
Ia mendorong instansi pendidikan dan pemerintahan untuk memiliki sistem pengolahan sampah organik mandiri guna mengurangi volume buangan ke tempat pembuangan akhir.
Metode yang disarankan adalah penggunaan lubang biopori atau tempayan untuk mengolah sampah daun menjadi kompos dengan bantuan bakteri pengurai.
“Nanti kita tanam gorong-gorong atau tempayan, sampah organik dimasukkan ke situ, disemprot bakteri pengurai, dan jadilah pupuk. Sampah selesai di tempat. Yang dibuang hanya plastik dan kaleng,” jelasnya.
Ke depan, pelibatan TNI, Polri, dan institusi pendidikan akan diperluas untuk memastikan keberlanjutan kebersihan dan penataan kota.
Baca Juga: Edi Kamtono Rencanakan Penambahan Fasilitas Olahraga dan Area Jogging Baru di Pontianak
(Mira)














