Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru saja merilis temuan mengejutkan di awal tahun 2026 mengenai maraknya peredaran obat palsu di pasaran.
Obat-obatan yang menjadi sasaran pemalsuan ini bukanlah obat langka, melainkan produk yang justru memiliki tingkat permintaan atau demand yang tinggi di masyarakat.
Baca Juga: Siswa Alami Sakit Massal, Camat Marau Gerak Cepat Jamin Biaya Pengobatan
Mulai dari obat sakit gigi yang biasa kita konsumsi hingga obat untuk kebutuhan khusus pria.
Daftar 8 Obat yang Paling Sering Dipalsukan
Berdasarkan hasil penyidikan dan pengawasan pasar, berikut adalah daftar produk yang wajib Anda waspadai keasliannya:
- Viagra
- Cialis
- Ventolin inhaler
- Dermovate krim
- Dermovate salep
- Ponstan
- Tramadol hydrochloride
- Hexymer / Trihexyphenidyl hydrochloride
Kehadiran produk palsu seperti Ponstan, yang kerap menjadi andalan saat sakit gigi, tentu sangat meresahkan.
Selain itu, obat-obatan tertentu seperti Tramadol dan Trihexyphenidyl sering dipalsukan karena kerap disalahgunakan untuk mendapatkan efek sensasi tertentu, padahal sejatinya obat ini diperuntukkan bagi penderita gangguan gerak seperti Parkinson.
Bahaya Mematikan di Balik Kemasan Mirip Asli
Jangan pernah tergiur harga murah.
BPOM memperingatkan bahwa obat palsu bisa mengandung komposisi bahan yang tidak tepat, dosis yang berantakan, atau bahkan mengandung zat aktif lain yang berbahaya.
Risikonya tidak main-main.
Mengonsumsi obat palsu dapat menyebabkan keracunan, resistensi obat (kekebalan kuman terhadap obat), kegagalan pengobatan yang membuat penyakit makin parah, hingga yang terburuk adalah kematian.
Bukannya sembuh, biaya pengobatan justru bisa membengkak karena dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Pastikan Anda selalu membeli obat di sarana pelayanan kesehatan resmi dan cek selalu izin edarnya. Kesehatan adalah investasi mahal yang tidak boleh dipertaruhkan dengan produk palsu.
Baca Juga: Persiapan Singapore Air Show 2026, Jupiter Aerobatic Team TNI AU Jalani Latihan Perdana di Changi
(Mira)
















