Baca Juga: Bebas Nyeri di Pagi Hari: 5 Ide Menu Sarapan Aman untuk Penderita Asam Urat
Jawabannya adalah ya, stroke sangat mungkin terjadi pada usia muda, bahkan pada usia remaja atau produktif di rentang 20 hingga 40 tahun.
Fenomena ini menjadi sinyal merah bagi gaya hidup modern.
Mengapa Tren Bergeser?
Secara medis, stroke terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.
Jika dulu pemicu utamanya adalah penuaan alami, kini gaya hidup modern telah mempercepat kerusakan tersebut.
Perubahan pola makan, tingkat stres yang tinggi, dan minimnya aktivitas fisik membuat faktor risiko hadir jauh lebih awal.
Berbeda dengan lansia, penyebab stroke pada usia muda sering kali merupakan kombinasi antara gaya hidup dan kondisi medis yang tidak terdeteksi, antara lain:
1. Hipertensi “Tersembunyi”
Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer.
Banyak anak muda tidak pernah mengecek tensi darah karena merasa tubuhnya bugar.
Padahal, hipertensi yang tidak terkontrol adalah pintu gerbang utama serangan stroke.
2. Gaya Hidup Sedentari
Budaya “mager” alias malas gerak, terlalu lama duduk di depan layar komputer, dan kurang berolahraga menyebabkan sirkulasi darah menjadi buruk dan memicu obesitas.
3. Pola Makan dan Rokok
Konsumsi makanan ultra-processed, tinggi garam, dan gula berlebih meningkatkan kolesterol jahat.
Ditambah dengan kebiasaan merokok atau penggunaan vape, risiko kerusakan dinding pembuluh darah menjadi berlipat ganda.
Kenali Gejala dengan Metode FAST
Stroke adalah kondisi darurat. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang sembuh.
Masyarakat perlu mengingat metode FAST:
- F (Face): Apakah wajah tampak tidak simetris atau mulut miring saat tersenyum?
- A (Arms): Apakah salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat?
- S (Speech): Apakah bicara menjadi pelat, sulit dimengerti, atau kacau?
- T (Time): Jika gejala tersebut muncul, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hingga gejala hilang.
Langkah Pencegahan Sejak Dini
Kabar baiknya, sebagian besar kasus stroke di usia muda dapat dicegah dengan modifikasi gaya hidup.
Langkah sederhana bisa dimulai dengan rutin melakukan medical check-up minimal setahun sekali untuk memantau tekanan darah dan kolesterol.
Selain itu, luangkan waktu untuk berolahraga ringan seperti jalan cepat atau berenang minimal 150 menit per minggu.
Mengelola stres dan menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang.
Ingat, menjadi muda bukan jaminan bebas dari risiko penyakit kardiovaskular. Mulailah peduli pada tubuh sendiri sebelum terlambat.
Baca Juga: 6 Makanan yang Wajib Dihindari Penderita Asam Urat agar Sendi Tak Sering Nyeri
















