“Untuk sepatu harus melakukan pemesanan terlebih dahulu karena memiliki proses yang cukup panjang, dari desain, produksi, hingga pengiriman,” jelas pemilik akun Instagram @Koyuko_Official tersebut.
Berkat kerja keras dan dedikasinya, Natalia kini telah mengembangkan workshop yang lebih besar dengan tim produksi yang solid. Ia bertekad untuk terus berinovasi agar produk lokal Pontianak semakin dikenal luas.
“Saya merasa bahwa kerja keras saya telah terbayar dan ingin terus mengembangkan usaha saya serta membawa nama Pontianak ke kancah internasional,” ucapnya.
Dukungan Dekranasda Pontianak
Menanggapi pencapaian tersebut, Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai keberhasilan Natalia membuktikan bahwa produk kriya Pontianak memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Partisipasi pada INACRAFT 2026 menjadi bukti nyata bahwa pembinaan, pendampingan, dan promosi yang berkelanjutan dapat melahirkan perajin yang inovatif dan berdaya saing global,” tutur Yanieta.
Dekranasda Kota Pontianak berkomitmen untuk terus mendukung para perajin lokal, khususnya generasi muda, agar bisa naik kelas.
“Kami berharap kisah sukses ini dapat menjadi inspirasi bagi perajin lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya pada potensi lokal yang kita miliki,” pungkasnya.
(Natash)
















