“Capaian 100 persen pengisian aplikasi All Indonesia di Bandara Supadio merupakan bukti nyata bahwa sinergi antarinstansi mampu menciptakan sistem pengawasan yang sangat efektif. Hal ini menjadi langkah strategis dalam mencegah masuknya hama dan penyakit berbahaya ke Indonesia,” jelas Ferdi.
Sinergi antara Karantina dan Imigrasi ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan Indonesia dari ancaman penyakit lintas batas sekaligus memberikan kemudahan layanan bagi penumpang internasional.
Dengan integrasi data yang akurat, upaya perlindungan hayati kini semakin efektif. Masyarakat pun diharapkan terus mendukung transformasi digital ini demi menjaga keamanan hayati nasional.
(FR)
















