Opini  

DOJ Buka Neraka File Epstein, Dark Web Siang Bolong, dan Kepengecutan Elit Dunia

DOJ resmi buka 'neraka' File Epstein. Ribuan dokumen dan video elit global terungkap tanpa sensor. Simak analisis tajam dunia nyata vs dark web di sini. (Dok: DOJ)
DOJ resmi buka 'neraka' File Epstein. Ribuan dokumen dan video elit global terungkap tanpa sensor. Simak analisis tajam dunia nyata vs dark web di sini. (Dok: DOJ)

OPINI – Ini artikel yang sangat berat. Riset pencarian datanya njlimet. Saya ekstra hati-hati dan harus melakukan banyak cek data. Inilah lanjutan cerita File Epstein yang mengguncang dunia. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Akhir Januari 2026, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) melakukan sesuatu yang, kalau dipikir pakai logika sehat, terdengar seperti adegan pembuka film horor politik, membuka neraka dan menyebutnya transparansi.

Lebih dari 3 juta halaman dokumen, sekitar 180.000 gambar, dan 2.000+ video dilepas ke publik. Gratis. Resmi. Tanpa Tor, tanpa VPN, tanpa ritual rahasia. Cukup klik, dan boom, lo sedang menatap wajah asli dunia.

Ini bukan klarifikasi. Ini bukan upaya keadilan. Ini seperti pemerintah bilang, “Inilah dunia sebenarnya. Tahan napasmu.”

Baca Juga: Ape Bende File Epstein, Kok Heboh?

Isi file Epstein bukan gosip murahan. Ini katalog dosa elite global mulai dari miliarder, bangsawan, pejabat tinggi, filantropis, diplomat, selebritas.

Semua saling terhubung dalam jaringan Jeffrey Epstein yang lengket, gelap, dan menjijikkan. Email, foto, jadwal terbang, percakapan yang seharusnya tak pernah keluar dari brankas kekuasaan.

Di titik ini, satu kalimat mulai bergaung di kepala penikmat Koptagul, inilah dunia nyata sesungguhnya. Dunia tanpa sensor, tanpa kebohongan.

Lalu muncul pertanyaan paling sering diulang, “Ini file Epstein kok rasanya kayak dark web?” Jawabannya jujur dan bikin ngeri.

Bukan dark web, tapi lebih menyeramkan. Dark web itu gelap karena sengaja disembunyikan. File Epstein gelap karena terlalu terang.

Dark web biasanya hidup di Tor, onion site, transaksi Bitcoin, anonim total. Isinya? child exploitation material, narkoba, senjata, hacker tools, bocoran rahasia negara.

Semuanya tersembunyi, terenkripsi, nggak keindeks Google, dan kalau salah klik, malware masuk atau FBI ketok pintu.

File Epstein justru kebalikannya. Ini dark web versi daylight. Bukan red light, ya! DOJ mengunggahnya langsung ke situs resmi, siapa saja bisa akses (dengan verifikasi umur 18+).

Tidak sembunyi-sembunyi. Tidak berbisik. Negara sendiri yang berkata, “Silakan lihat dosa elit dunia.” Ironisnya, justru di sini horornya naik level.

Karena yang bocor bukan cuma nama elite, privasi korban ikut hancur. Setidaknya 43 nama korban terungkap, termasuk minor. Alamat rumah, email pribadi, bahkan foto telanjang tanpa blur wajah ikut tersebar.

Korban marah, advokat menggugat, DOJ panik dan menarik ribuan dokumen. Transparansi berubah jadi trauma ulang. Elit? Masih bisa menyangkal sambil bilang itu palsu atau draft doang.

Kenapa rasanya mirip dark web? Pertama, kontennya sama-sama menjijikkan. Ada email soal STD dari “Russian girls”, obat rahasia untuk istri, tuduhan pemerkosaan anak 13 tahun (yang kemudian ditarik), foto korban muda di Pulau Epstein, diskusi perempuan antar elite dunia.