Melatonin bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi DNA dari kerusakan serta membantu menekan produksi estrogen berlebih hormon yang sering menjadi pemicu jenis kanker payudara tertentu pada perempuan.
Ketika seorang perempuan mengalami kurang tidur kronis atau sering terpapar cahaya terang di malam hari (light at night), produksi melatonin akan terganggu. Akibatnya, perlindungan alami tubuh terhadap potensi mutasi sel menjadi berkurang.
Risiko Gangguan Ritme Tubuh
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) di bawah WHO bahkan telah menyoroti bahwa gangguan pada irama sirkadian (seperti yang dialami oleh pekerja shift malam atau penderita insomnia kronis) memiliki potensi karsinogenik atau pemicu kanker.
Studi dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention juga menemukan korelasi bahwa perempuan yang konsisten tidur kurang dari 6 jam setiap malam memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang mencukupi waktu tidur 7–9 jam.
Kurang tidur memicu peradangan (inflammation) dalam tubuh yang dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan sel abnormal.
Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan
Tidur cukup adalah metode pencegahan yang alami dan gratis. Untuk meminimalkan risiko, perempuan disarankan untuk:
- Prioritaskan Durasi: Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam.
- Terapi Gelap: Tidurlah dalam kondisi kamar gelap total. Hindari paparan cahaya biru dari layar ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur agar produksi melatonin maksimal.
- Konsistensi: Bangun dan tidur di jam yang sama untuk menjaga kestabilan hormon tubuh.
Bagi setiap perempuan, memprioritaskan istirahat bukanlah tanda kemalasan, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk melindungi diri dari risiko penyakit serius.
Baca Juga: Bukan Sekadar Pengganti Nasi! Ini 7 Manfaat Jagung untuk Mata Sehat hingga Cegah Kanker
(Mira)
















