Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis laporan terkini terkait situasi bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB yang dihimpun hingga Kamis (5/2/2026) pagi, fokus penanganan terbagi pada pencarian korban longsor di Jawa Barat serta penanggulangan dampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Lampung.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, BNPB Minta Pemda Siaga Pasca Rentetan Kejadian Bencana Terbaru
Sorotan utama tertuju pada progres penanganan tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat yang kini memasuki hari ke-12.
Tim SAR gabungan terus mengoptimalkan penggunaan alat berat untuk mencari korban yang masih tertimbun. Hingga Rabu (4/2), jumlah korban jiwa yang berhasil diidentifikasi tercatat sebanyak 68 orang.
Selain itu, tim forensik juga tengah bekerja keras mengidentifikasi temuan lain di lapangan. Tercatat ada 21 bodypack berisi jenazah korban yang saat ini masih dalam proses identifikasi mendalam.
Di tengah proses pencarian, upaya rehabilitasi mulai berjalan. BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan bahwa warga yang rumahnya berada di luar zona bahaya (zona merah dan kuning) telah diperbolehkan kembali ke kediaman masing-masing.
“Pendataan rumah yang terdampak longsor saat ini memasuki tahap verifikasi oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bandung Barat, BPBD Kabupaten Bandung Barat, serta BPBD Provinsi Jawa Barat,” bunyi laporan resmi BNPB.
Bencana di Kupang dan Lampung
Selain di Pulau Jawa, BNPB juga memantau dampak bencana di wilayah lain. Di Kabupaten Kupang, NTT, tanah longsor melanda Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat, akibat hujan deras pada akhir Januari lalu.
Insiden ini memaksa 20 Kepala Keluarga (KK) mengungsi. Kerusakan material cukup signifikan dengan rincian 4 unit rumah rusak berat, 8 rusak sedang, dan 8 rusak ringan.
BPBD setempat hingga kini masih melakukan asesmen dan penanganan darurat bagi warga terdampak.
Sementara itu, di Pulau Sumatera, banjir merendam 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Lampung Utara.
















