Lagi-Lagi MBG Bermasalah, 162 Siswa dan Guru di Ketapang Diduga Keracunan

"Kasus keracunan program MBG kembali terjadi di Ketapang. 162 siswa dan guru di Marau dilarikan ke Puskesmas usai santap menu makanan bergizi gratis."
Kasus keracunan program MBG kembali terjadi di Ketapang. 162 siswa dan guru di Marau dilarikan ke Puskesmas usai santap menu makanan bergizi gratis. (Dok. Faktakalbar)

“Saat dilarikan ke Puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi dengan kondisi muntah-muntah, pusing, dan ada beberapa yang mengalami mencret. Yang jelas mengalami dehidrasi,” jelasnya.

Feria mengatakan, Dinas Kesehatan Ketapang saat ini telah mengerahkan lima tim untuk melakukan penanganan terhadap kasus keracunan massal di Kecamatan Marau ini.

“Kita dari dinas telah mengerahkan 5 tim untuk tangani kasus keracunan ini. Yakni dari Dinas Kesehatan Ketapang sendiri, kemudian Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan Puskesmas Marau,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengambil sampel menu makanan MBG yang menyebabkan siswa dan guru keracunan untuk diperiksa di laboratorium dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalbar.

“Sampel makanan dan muntah sudah diambil untuk diuji lab di Pontianak. Dimana sampel muntah ke Labkesprov dan sampel makanan ke Balai POM Kalbar,” tandasnya.

Kasus ini menambah daftar insiden serupa dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ketapang.

Sebelumnya, pada September 2025, belasan siswa dan seorang guru SDN 12 Benua Kayong juga dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.

Saat itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mitra Mandiri 2 Mulia Kerta sempat ditutup sementara selama proses investigasi dilakukan oleh pihak terkait.

Baca Juga: Buntut Insiden Keracunan MBG Ketapang, Norsan Ungkap Nihilnya Koordinasi Pemda dengan Manajemen MBG

(Dhion)