6 Keunikan Budaya Melayu Kalimantan Barat, Warisan Leluhur yang Memikat Dunia

"Kenali 6 keunikan budaya Melayu Kalimantan Barat yang mempesona. Mulai dari tradisi Saprahan yang penuh makna, Kain Corak Insang, hingga dentuman Meriam Karbit yang legendaris."
Kenali 6 keunikan budaya Melayu Kalimantan Barat yang mempesona. Mulai dari tradisi Saprahan yang penuh makna, Kain Corak Insang, hingga dentuman Meriam Karbit yang legendaris. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kalimantan Barat dikenal sebagai provinsi dengan keberagaman etnis yang hidup berdampingan secara harmonis.

Salah satu pilar budaya yang mewarnai identitas “Bumi Khatulistiwa” ini adalah budaya Melayu.

Masyarakat Melayu di Kalimantan Barat memiliki karakteristik yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan rumpun Melayu di Sumatera atau Semenanjung Malaysia.

Dipengaruhi oleh kondisi geografis sungai yang dominan serta sejarah kesultanan yang panjang, budaya ini melahirkan tradisi yang unik dan memikat.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Melayu Kalimantan Barat yang Wajib Dicoba, Rasa Autentik yang Bikin Rindu

Berikut adalah 6 keunikan budaya Melayu Kalimantan Barat yang menjadi identitas kebanggaan daerah:

1. Tradisi Saprahan: Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi

Saprahan bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol kesetaraan dan persaudaraan yang kuat.

Dalam tradisi ini, makanan disajikan di lantai secara memanjang, dan para tamu duduk bersila (laki-laki) atau bersimpuh (perempuan) mengelilingi hidangan.

Uniknya, dalam Saprahan tidak ada perbedaan kelas sosial.

Pejabat maupun warga biasa duduk di hamparan yang sama dan menyantap menu yang sama.

Filosofi ini mengajarkan kerendahan hati dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Tradisi ini sering dijumpai di Pontianak, Sambas, dan Ketapang saat acara pernikahan atau hari besar Islam.

2. Kain Corak Insang

Jika Jawa punya Batik dan Palembang punya Songket, masyarakat Melayu Pontianak memiliki kebanggaan berupa Kain Corak Insang.

Kain tenun ini memiliki motif yang terinspirasi dari insang ikan dan aliran Sungai Kapuas.

Secara filosofis, motif insang melambarkan napas, kehidupan, dan gerak yang dinamis.

Dahulu, kain ini digunakan sebagai penanda identitas kaum bangsawan di sekitar Istana Kadriah.

Namun kini, Corak Insang telah menjadi ikon fesyen Kalimantan Barat yang mendunia dan digunakan oleh semua kalangan dalam berbagai acara formal maupun kasual.