“Partisipasi aktif masyarakat dalam merawat keberagaman merupakan modal utama pembangunan,” ujarnya saat memaparkan materi.
Lebih lanjut, keberhasilan Singkawang dalam menjaga kerukunan umat beragama tercermin melalui penguatan regulasi yang inklusif, dukungan penuh terhadap kegiatan lintas iman, serta pelestarian budaya Tidayu (Tionghoa, Dayak, Melayu).
Branding “Kota Tertoleran” kini telah menjadi identitas dan kebanggaan bersama masyarakat Singkawang.
(FR)














