3. Pemicu Erosi Sungai
Ini adalah dampak lingkungan yang jarang diketahui publik.
Ikan sapu-sapu memiliki perilaku reproduksi yang merusak, yaitu membuat lubang-lubang di tebing atau dinding tanah bantaran sungai untuk bersarang dan memijah.
Dalam jumlah populasi yang besar, ribuan lubang ini membuat struktur tanah di pinggiran sungai menjadi labil (berongga), sehingga mempercepat terjadinya erosi dan pendangkalan sungai.
4. Bioakumulator Logam Berat
Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi luar biasa di air yang tercemar limbah berat sekalipun.
Namun, hal ini justru membahayakan manusia.
Tubuh ikan ini bersifat sebagai bioakumulator, artinya mereka menyerap dan menyimpan logam berat seperti timbal (Pb) dan merkuri (Hg) dalam dagingnya. Mengonsumsi ikan sapu-sapu liar dari sungai perkotaan sangat berisiko merusak ginjal dan sistem saraf manusia.
Stop Lepas Liar
Meskipun bermanfaat di dalam akuarium tertutup, melepas ikan sapu-sapu ke sungai atau selokan bukanlah tindakan bijak, melainkan bentuk perusakan ekosistem.
Jika ikan peliharaan Anda sudah terlalu besar, sebaiknya jangan dilepasliarkan demi menjaga kelestarian ikan asli Indonesia.
Baca Juga: Banyak Ikan Sapu-Sapu Tanda Sungai Tercemar Berat
(Mira)











