Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat memberikan peringatan serius kepada manajemen Perumdam Tirta Khatulistiwa (PDAM Pontianak).
Perusahaan daerah ini diminta tidak main-main dalam menyusun strategi mitigasi risiko, terutama terkait rencana besar pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) yang bernilai fantastis.
Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Rudy M. Harahap, menegaskan bahwa manajemen risiko jangan hanya dianggap sebagai formalitas pemenuhan aturan semata. Lebih dari itu, hal ini adalah benteng pertahanan terakhir untuk menjaga akuntabilitas proyek-proyek strategis.
















