Berbulan-bulan Menahan Sakit, Faisal Warga Sungai Kakap Masih Menunggu Operasi di RSU dr. Soedarso

'Faisal, warga Sungai Kakap, terbaring lemah menahan sakit akibat antrean operasi di RSU dr. Soedarso yang panjang. Pihak RS sebut keterbatasan dokter spesialis."
Faisal, warga Sungai Kakap, terbaring lemah menahan sakit akibat antrean operasi di RSU dr. Soedarso yang panjang. Pihak RS sebut keterbatasan dokter spesialis. (Dok. Reni/Faktakalbar)

Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Nasib pilu dialami Faisal (53), warga Pal 13, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Sejak beberapa bulan terakhir, ia harus menahan rasa sakit akibat infeksi saluran kemih yang dideritanya.

Kondisinya kini semakin melemah, sementara tindakan operasi yang dibutuhkan belum juga dapat dilakukan karena harus menunggu jadwal rumah sakit.

Penderitaan Faisal bermula pada Desember 2025 saat penyakitnya kembali kambuh.

Baca Juga: Fokus RKPD 2027, Edi Rusdi Kamtono Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Infrastruktur

Seorang tetangga kemudian berinisiatif membawanya berobat ke Rumah Sakit Sultan Syarif Abdurrahman (RSSA) Pontianak.

Hasil pemeriksaan awal di RS Bhayangkara menunjukkan adanya batu di saluran kemih yang memerlukan tindakan operasi.

Namun, rencana operasi tersebut terpaksa ditunda setelah tim medis menemukan Faisal juga memiliki penyakit penyerta berupa gangguan liver.

Dengan kondisi tersebut, pihak RS Bhayangkara kemudian merujuk Faisal ke RSU dr. Soedarso Pontianak untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan keluarga, Faisal hanya menjalani perawatan selama beberapa hari di RSU dr. Soedarso sebelum dipulangkan dengan status rawat jalan. Salah seorang dokter disebut menyampaikan bahwa tindakan operasi baru dapat dilakukan pada 9 Maret 2026 karena panjangnya antrean pasien operasi yang disebut mencapai lebih dari 600 orang.

Seiring berjalannya waktu, kondisi Faisal justru semakin memprihatinkan.

Ia kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur rumahnya. Rasa nyeri kerap datang secara tiba-tiba dan membuatnya kesulitan beraktivitas.

Bahkan, untuk duduk maupun berjalan ke kamar mandi, Faisal harus dibantu.

Istri Faisal mengaku sedih melihat kondisi suaminya yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, namun kini tidak lagi mampu bekerja sebagai buruh. Ia pun mempertanyakan lamanya waktu tunggu operasi, terlebih karena seluruh proses pengobatan dijalani menggunakan BPJS Kesehatan.