KRI Sultan Iskandar Muda-367 Kembali, KSAL Sebut Misi Terakhir di Lebanon

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 dengan nomor lambung 367 bersandar di dermaga pelabuhan di bawah langit mendung usai misi perdamaian. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367 dengan nomor lambung 367 bersandar di dermaga pelabuhan di bawah langit mendung usai misi perdamaian. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Mungkin kita tidak akan mengirim lagi untuk misi Maritime Task Force untuk UNIFIL. Ini yang terakhir. Memang dari PBB sendiri tidak melanjutkan untuk misi MTF ini,” jelas Ali.

Sebagai informasi, KRI SIM-367 membawa pulang 120 personel yang terdiri dari 105 prajurit inti dan 15 personel pendukung, termasuk pilot, perwira kesehatan, intelijen, hingga pasukan elite Kopaska dan penyelam.

Selama beroperasi di Laut Mediterania, kapal ini mencatatkan kinerja gemilang dengan melaksanakan 33 operasi patroli dan 150 kali latihan bersama angkatan laut negara sahabat.

KRI SIM-367 juga memboyong sejumlah penghargaan internasional, termasuk UN Medal dan Letter of Appreciation dari Komandan MTF.

(FR)