Faktakalbar.id, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) udaranya.
Kabar terbaru menyebutkan rencana akuisisi 24 unit jet tempur ringan M-346 dari Leonardo (Italia) dan 24 unit jet bisnis PC-24 dari Pilatus (Swiss) yang diperuntukkan sebagai pesawat latih, Senin (02/02/2026).
Baca Juga: Kemhan Pastikan Gelombang Kedua Pesawat Rafale Tiba Pertengahan 2026
Pembelian ini masing-masing disertai opsi tambahan sebanyak 12 unit untuk kedua jenis pesawat tersebut.
Rumor mengenai kedatangan M-346 yang sempat beredar pada Desember lalu kini semakin mendekati kepastian.
Jet tempur M-346 yang akan didatangkan merupakan versi canggih yang dilengkapi radar AESA Q600 Grifo dan perangkat peperangan elektronik (electronic warfare suite).
Perangkat ini mencakup active jammer DRFM yang memiliki kemampuan mengecoh radar musuh dengan mengirimkan citra hantu (ghost images).
Kesepakatan strategis ini melibatkan perusahaan E-System Solution FZ (ESS).
Perusahaan yang induknya didirikan di Uni Emirat Arab satu dekade lalu ini telah beroperasi di Indonesia selama lima tahun terakhir.
ESS nantinya bertanggung jawab atas akuisisi kedua armada tersebut atas nama pemerintah Indonesia, sekaligus menyediakan layanan perawatan, pelatihan, dan dukungan operasional bagi kedua armada.
Rekam jejak ESS di Indonesia mencakup pemulihan perawatan armada Flanker yang diakuisisi pada tahun 2000-an (11 Su-30MK2 dan 5 Su-27SKM) serta perawatan helikopter buatan Eropa dan Amerika milik TNI AU.
Baru-baru ini, perusahaan tersebut juga mendirikan Air Warfare Center yang dilengkapi pusat khusus peperangan elektronik serta unit pelatihan bagi pilot Rafale, J-10E, dan Su-30MK2.
Baca Juga: Sambut Kedatangan Pesawat Rafale, Danlanud Roesmin Nurjadin Pimpin Aksi Bersih FOD di Apron
Pengumuman resmi terkait akuisisi ini diperkirakan akan segera dilakukan.
Ajang Singapore Air Show yang dijadwalkan dibuka akhir pekan ini diprediksi menjadi momen bagi pemerintah Indonesia untuk meresmikan kesepakatan tersebut.
Salah satu pesawat PC-24 dengan registrasi HB-VGA bahkan telah terlihat tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk presentasi akhir.
(FR)













