“Posko dan tim piket harus siap. Wilayah yang punya riwayat kebakaran perlu dipantau lebih intensif,” imbuh Amirullah.
Terkait penegakan hukum, Amirullah tidak main-main. Ia mengungkapkan bahwa petugas di lapangan kerap menemukan indikasi unsur kesengajaan dalam beberapa insiden kebakaran.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi langsung diamankan dan diserahkan kepada kepolisian.
“Kalau ada unsur sengaja, kita serahkan ke aparat penegak hukum. Penindakan perlu untuk memberi efek jera,” katanya.
Meski memperkuat pertahanan di dalam kota, Amirullah menyadari bahwa asap yang dirasakan warga Pontianak bisa saja merupakan kiriman dari daerah tetangga.
Oleh karena itu, koordinasi dengan BPBD Kalimantan Barat dan BMKG terus dilakukan untuk memantau pergerakan angin dan titik panas.
“Sebagian asap bisa berasal dari daerah lain yang terbawa angin. Meski begitu, personel dan peralatan tetap kita siagakan penuh di Pontianak,” pungkasnya.
(FR)
















