“Evaluasi dan tuntutan ini lahir dari keresahan kami yang ingin melihat Persipon kembali berjaya. Kami tidak ingin klub ini hanya sekadar numpang lewat di kompetisi tanpa arah yang jelas. Ini adalah bentuk cinta kami sebagai putra daerah terhadap identitas sepak bola Kota Pontianak,” ujar Itung, perwakilan Pontianak Fans 1970.
Desakan Pertemuan dengan Walikota
Suporter berharap Pemerintah Kota Pontianak memberikan perhatian serius mengingat sepak bola merupakan instrumen pemersatu warga.
Mereka berencana menyurati kembali pihak terkait untuk menjadwalkan pertemuan kedua yang dihadiri langsung oleh Ketua Askot PSSI Pontianak dan Walikota Pontianak.
Baca Juga: Pontianak Fans Layangkan Surat Audiensi, Desak Kejelasan Manajemen Persipon
Pernyataan tegas juga disampaikan oleh perwakilan suporter lainnya mengenai kepastian komitmen dari pemangku kebijakan.
“Kami tidak butuh janji manis. Kami butuh kehadiran Walikota dan Ketua Askot untuk duduk bersama memberikan kepastian. Jika pertemuan ini diabaikan, jangan salahkan jika gelombang protes akan semakin besar. Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal harga diri kota!” tegas Fauzan, perwakilan Pontianak Fans 1970.
Gerakan ini menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan warisan sepak bola Kota Pontianak terabaikan akibat manajemen yang tidak sehat.
(*Red)













