Perkuat Keamanan Wilayah, Polres Ketapang Ajak Habaib Bersinergi Jaga Kamtibmas

Polres Ketapang menggelar silaturahmi kamtibmas bersama Habaib untuk memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama guna menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ketapang.
Polres Ketapang menggelar silaturahmi kamtibmas bersama Habaib untuk memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama guna menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Ketapang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Kepolisian Resor (Polres) Ketapang terus berupaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui Kasat Binmas AKP Matalip, Kapolres Ketapang menggelar kunjungan silaturahmi kamtibmas untuk merangkul para tokoh agama dan Habaib di Kabupaten Ketapang, Sabtu (31/01/2026).

Baca Juga: Patroli Perintis Presisi Polres Ketapang Sasar Kawasan Perbankan dan Pertokoan

Pertemuan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di kediaman Habaib Abdurrakhman Banahsan, Komplek BTN Graha Semarang I, Kecamatan Delta Pawan.

Selain tuan rumah, hadir pula tokoh agama lainnya seperti Al Habib Abubakar Bin Hasan As Seggaf, Lora Muhammad Hasan Djauhari, serta KH Ajier Ubaidillah.

Dalam sambutannya, Kasat Binmas AKP Matalip menyampaikan permohonan maaf Kapolres yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan di luar kota.

Baca Juga: Respons Aduan Warga, Polres Ketapang Sisir Tempat Hiburan Malam di Air Upas

Ia menegaskan bahwa dukungan dari para tokoh agama sangat krusial bagi kepolisian dalam menciptakan suasana kondusif.

“Peran ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tentunya para habaib sangat penting dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah Kabupaten Ketapang, khususnya melalui pendekatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Pastinya Polres Ketapang tidak dapat bisa bekerja sendiri dalam menjaga dan memelihara suasana kamtibmas yang kondusif. Dukungan para ulama dan tokoh masyarakat sangat kami butuhkan untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Ketapang tetap aman dan damai,” ujar AKP Matalip.

Sinergi Polri bersama ulama dianggap sebagai kunci utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk konflik sosial dan peredaran narkoba.

Melalui komunikasi yang intens, pihak kepolisian berharap masyarakat merasa lebih aman dan terayomi.