Faktakalbar.id, NASIONAL – Masyarakat korban bencana di Sumatra dan Jawa Barat masih harus bersabar tinggal di pengungsian. Pemerintah baru menargetkan perpindahan pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) rampung dalam waktu satu bulan ke depan.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan target tersebut. Hal ini berarti warga terdampak masih harus bertahan di tenda darurat selama beberapa pekan lagi sebelum mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
Baca Juga: Perkembangan Percepatan Penanganan Darurat dan Pemulihan Bencana di Sumatra
Selain masalah hunian, infrastruktur dasar seperti listrik dan sekolah belum sepenuhnya pulih. Bima Arya mengakui masih ada siswa yang harus belajar di kelas darurat dan wilayah yang belum teraliri listrik.
“Secara umum kegiatan belajar mengajar berjalan 100 persen, hanya sekitar 3 persen yang masih menggunakan kelas darurat. Kemudian listrik di Sumatra Barat terkoneksi 100 persen, di Sumut ada 1 persen dan juga di Aceh 1 persen yang masih belum tersambung,” kata Bima Arya kepada media di Tangerang, Kamis (29/1/2026).
Pelayanan Publik Aceh Tamiang Masih Terganggu
Kendala pemulihan juga terjadi pada sektor pelayanan publik. Masyarakat di Aceh Tamiang belum bisa menikmati layanan administrasi secara maksimal karena kantor pemerintahan masih dalam tahap pembersihan pascabencana.















