Sedikitnya 500 hektare area persawahan di wilayah tersebut tergenang luapan sungai, yang berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi bagi para petani setempat.
Hingga Jumat malam, petugas BPBD masih terus berada di lokasi kejadian, khususnya di titik-titik rawan seperti Desa Kertawinangun, untuk memantau ketinggian air dan memastikan proses evakuasi warga berjalan lancar.
“Kondisi banjir dilaporkan berangsur surut, namun penanganan darurat dan pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah,” tulis laporan resmi BNPB, Sabtu (31/1/2026).
Selain di Indramayu, BNPB mencatat rentetan bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Barat lainnya, termasuk tanah longsor di Kota Bogor dan banjir di Kota Depok.
Mengingat curah hujan diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi luapan air susulan.
Baca Juga: BNPB Serahkan Kunci 17 Unit Hunian Sementara untuk Korban Longsor Cilacap
(Mira)















