“Indonesia ingin menunjukkan bahwa Islam yang kita kembangkan adalah Islam yang ramah, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan,” tambahnya.
Baca Juga: Fosil Dinosaurus Raksasa Ditemukan di Gurun Mesir
Edukasi Pengunjung dan Hibah ke Al-Azhar
Selain memamerkan fisik mushaf, delegasi Indonesia juga menyerahkan 50 eksemplar Al-Qur’an Isyarat kepada Rektor Universitas Al-Azhar. Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, menyatakan bahwa timnya menyajikan materi pameran secara interaktif agar pengunjung memahami cara kerja mushaf tersebut.
“Kami tidak hanya menampilkan mushaf secara fisik, tetapi juga menghadirkan edukasi melalui demonstrasi, video pembelajaran, serta interaksi langsung dengan pengunjung,” jelas Lubenah.
(*Sr)
















