Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Rangkaian pelaksanaan Naik Dango ke-41 Kabupaten Kubu Raya resmi diawali dengan ritual adat Nabok Panyugu (Pantak Pantulak) di Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Jumat (30/1/2026).
Ketua Panitia Naik Dango, Lorensius, mengatakan bahwa ritual adat tersebut merupakan tahapan awal yang wajib dilaksanakan sebelum seluruh rangkaian kegiatan dimulai.
“Kegiatan hari ini mengawali seluruh pelaksanaan Naik Dango ke-41 di Kabupaten Kubu Raya. Ritual Nabok Panyugu ini dilakukan untuk memohon izin kepada Jubata, Panampa Pajaji, Penguasa Alam Semesta, dan memohon keselamatan serta perlindungan agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, sukses, dan penuh kedamaian,” ujar Lorensius.
Ia menjelaskan, dalam ritual adat tersebut terdapat lima unsur adat yang dipimpin oleh Imam Adat, dengan perlengkapan ritual seperti ayam, padi, tumpi poe, beras pulut, beras bias, baras banyu, baras kuning, telur, dan lain-lain.
Baca Juga: Profil Oevaang Oeray: Gubernur Pertama Kalbar dari Kalangan Dayak
“Pusat kegiatan Naik Dango ke-41 akan dilaksanakan di rumah adat Dayak Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Rangkaian kegiatannya meliputi seminar, pembukaan seremonial, pertandingan rakyat, serta berbagai perlombaan,” jelasnya.
Lorensius menambahkan, rangkaian kegiatan telah diawali dengan seminar pada (25/1/2026), sedangkan pembukaan resmi akan dilaksanakan pada (27/1/2026).
Sebelum gawai besar, dilakukan pula tahapan adat Bahaupm, yakni musyawarah dengan para pemangku adat dari tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Mempawah.
“Naik Dango merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen dan kehidupan selama satu tahun dan sangat erat kaitannya dengan kehidupan pertanian,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kubu Raya, Lasem, menegaskan dukungan penuh Dewan Adat Dayak Kabupaten dan Provinsi Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan Naik Dango ke-41, terlebih Kubu Raya menjadi tuan rumah.
“Pesta Naik Dango ini telah dilaksanakan selama 40 tahun dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-41 di Kabupaten Kubu Raya. Dewan Adat Dayak Kabupaten Kubu Raya menjadi penanggung jawab kegiatan ini dan mendukung penuh pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan hari ini juga diawali dengan ritual Bapadah ke Pantulak sebagai permohonan kepada Jubata agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman.
“Bagi masyarakat Dayak, komunikasi dengan roh-roh leluhur tetap dijaga melalui ritual adat. Ini bagian dari nilai dan tradisi yang terus kami lestarikan,” tegasnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Kubu Raya, Yuliastuti. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, termasuk Bupati, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Naik Dango ke-41.
“Kami dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata akan berupaya membantu pelaksanaan kegiatan ini agar sukses. Naik Dango tidak hanya menjadi event budaya, tetapi juga event pariwisata yang diharapkan dapat dimeriahkan oleh masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Menurut Yuliastuti, Naik Dango juga telah diusulkan dan masuk sebagai salah satu agenda event pariwisata di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
















