Peta Kekuatan Mata Uang Asia
Pasar valuta asing awal 2026 memperlihatkan ketimpangan pemulihan ekonomi di kawasan Asia. Sementara Malaysia, China, dan Thailand menikmati penguatan, negara-negara dengan eksposur utang tinggi atau ketergantungan impor energi seperti Korea Selatan dan Jepang harus bekerja keras menahan depresiasi mata uang mereka.
Bank Indonesia (BI) terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pasar.
Berikut daftar lengkap kinerja mata uang Asia pada awal 2026:
Baca Juga: Bantah Isu Tukar Guling, Malaysia Tegaskan Tak Ada Penyerahan Lahan 5.207 Hektare ke Indonesia
-
Ringgit Malaysia (+0,27%)
-
Yuan China (+0,23%)
-
Baht Thailand (+0,20%)
-
Dong Vietnam (+0,08%)
-
Kip Laos (+0,04%)
-
Kyat Burma (0%)
-
Dollar Brunei (-0,19%)
-
Dollar Hong Kong (-0,19%)
-
Dollar Singapura (-0,19%)
-
Riel Kamboja (-0,29%)
-
Peso Filipina (-0,83%)
-
Rupiah Indonesia (-1,07%)
-
Yen Jepang (-1,10%)
-
Won Korea Selatan (-1,31%)
(*Sr)
















